Kenapa ia melihatku dengan diam? Kenapa ia tidak memanggilku? Apa itu sering terjadi? Bahkan tanpa aku sadari?
Waktu itu aku pernah melihatnya melewati program studiku, yah kami memang sama fakultas dan itu bukan sesuatu yang aneh jika dia melewatinya, tapi aku sempat melihatnya. Aku melihat ia menoleh ke program studiku dan seperti mencari seseorang tapi kurasa dia tidak menemukan orang itu, karenanya dia langsung membalikkan kepalanya lagi. Bolehkah aku berharap jika ia mencariku? Karena saat itu ia memang tidak melihatku tapi aku melihatnya. Wajar saja, saat itu sedang banyak orang yang berkumpul di depan program studiku. Aku tidak tahu siapa yang sebenarnya ia cari tapi firasatku mengatakan itu adalah aku.
Padahal perasaanku padanya sudah mulai tenang yah aku perlahan sudah bisa mengontrol perasaanku dan mungkin mencoba untuk membuka yang baru. Aku pun sudah dekat dengan orang lain, yah kata temanku, kakak tingkat ku menyukaiku. Kalau memang itu benar, aku akan mencoba untuk membuka hatiku untuknya tapi…. ketika aku melihat “dia”, seakan aku melupakan semuanya. Aku seperti melupakan semua niat awalku, aku melupakan “kakak itu” bahkan aku lupa jika aku mencoba untuk menghentikan semuanya.
Hanya karena melihatnya dan tersenyum padanya, aku merasa kembali terhipnotis. Jika dia memang tidak menyukaiku atau sudah melepaskanku, kenapa ia masih melakukan hal yang sama? Kenapa ia masih memandangku dari tempatnya tanpa berbicara? Ataukah ia adalah orang yang ingin merawat bunga tanpa memetiknya, karena ia tahu jika ia memetiknya maka bunga itu akan layu. Apakah dia tipe orang seperti itu? Tapi kenapa ia tidak pernah mengatakan perasaannya sejujurnya padaku? Kenapa ia hanya mengatakannya pada teman-temanku? Aku tahu jika ia selalu mengatakan “biarkan semuanya mengalir seperti air dan kita lihat bagaimana ujungnya”, tapi apakah dia tahu bahwa itu menyakitiku? Apakah dia tidak tahu bahwa aku terus menunggunya? Dan sekarang aku terdiam di tempatku, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, tetap disini atau pergi?
Jika aku disini, semuanya belum pasti. Ia tidak memberitahuku yang sebenarnya dan tidak ada kepastian yang jelas darinya. Pergi? Aku ragu akan hal itu tapi sampai kapan aku harus menunggu?
Aku masih mencintainya tapi aku mulai lelah dengan semua ini. Dia tidak kunjung mengatakan sesuatu yang aku tunggu darinya, sedangkan disini telah datang seseorang yang kata mereka sebentar lagi akan mengatakan sesuatu yang sebenarnya aku tunggu dari “dia”.
Apa yang harus aku lakukan?
Dia tidak memberikan kejelasan yang pasti sedangkan disini sudah ada orang lain yang terus mendekat dan memberi kode-kode padaku.
Apa kau tahu? Karena aku masih menyukaimu aku terus berpura-pura tidak tahu dan tidak peka terhadap kode yang dia berikan, tapi jika kau tetap diam, mungkin—mungkin aku akan merubah pikiranku perlahan dan mulai luluh padanya.
Kau tahu? Kau dan dia mengatakan hal yang sama padaku. Yah, memang dengan cara yang berbeda tapi kalian benar-benar mengatakan sesuatu yang sama. Ketika dia mengatakan itu padaku, tentu saja aku langsung teringat padamu tapi di sisi lain aku juga merasa senang mendengar ia mengatakannya.
Kau tahu? Aku takut dengan apa yang akan terjadi besok. Bagaimana jika ia menyatakan perasaannya padaku? Apa yang harus kujawab? Aku tidak bisa langsung menyukai orang lain secepat itu tapi aku juga tidak mau mengecewakannya. Disisi ini aku masih menyukaimu tapi disisi lain aku juga menyayanginya. Ya, aku juga menyayanginya tapi hanya sebagai kakak ku, entahlah mungkin suatu saat perasaanku bisa berubah jika kau tak juga memberikan kepastian. Who knows?
Kau tahu?
Waktu itu kau bilang, kau suka mata dan senyumanku karena bisa membuatmu tenang. Dan sekarang dia mengatakan, dia suka dengan mataku karena terlihat menyilaukan baginya.
Aku tidak mengatakan kalau mataku seperti yang kalian sebutkan. Aku merasa mataku tidak se istimewa itu. Tapi ucapan kalian yang mirip selalu mengingatkanku padamu ketika aku mendengarnya dan ketika kalian mengatakannya.
Jujur aku takut dengan semua kenyataan yang menungguku di depan.