Jumat, 25 Juli 2014

Maybe

Mungkin sudah saatnya aku belajar untuk menerima semuanya, yah perasaan yang tak kunjung pergi ini selalu menjadi pikiran tersendiri bagiku.
Ia memiliki tempat tersendiri dan selalu setia menunggu disana tapi apakah ini sudah saatnya bagiku untuk mulai melupakan satu persatu semua itu dengan perlahan.
Aku sadar cinta ini tak kan berbalas.
Apakah aku akan terus menunggunya? Sampai kapan?
Aku sama sekali tidak mendapatkan kepastian darinya tapi di sisi lain aku juga tidak mau melepaskannya, aku mencintainya yah aku masih mencintainya dan akan terus mencintainya.
Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus aku lakukan, terkadang aku merasa bahwa ia juga memiliki perasaan yang sama denganku tapi terkadang aku juga menjadi ragu dengan semua itu.
Aku terus berharap agar dia mengetahui perasaanku tapi aku tidak tahu bagaimana cara memberitahunya, bagaimana cara agar dia mengetahuinya. Aku tidak tahu itu. Yah, aku memang bodoh dalam hal percintaan tapi aku juga seorang remaja yang bisa jatuh cinta. Mungkin kalian pikir, ini adalah hal yang sepele dan sering dialami oleh setiap orang tapi sungguh perasaan ini terasa sangat menyedihkan.
Entah aku yang terkadang terlalu yakin dengan perasaanku atau terlalu percaya bahwa dia juga memiliki perasaan yang sama denganku. Aku tidak tahu, mungkin keduanya.
Dia memang bukan cinta pertamaku tapi aku tahu perasaanku padanya lebih besar daripada yang kupikirkan
Tentu saja aku juga tahu, semakin aku berharap maka aku akan merasa semakin sakit jika semuanya tak berbalas. Aku hanya ingin tahu perasaannya. Apa yang ia pikirkan tentangku? Teman?
Aku mungkin akan merasa lebih lega jika mengetahui perasaannya walaupun mungkin tidak seperti yang aku harapkan setidaknya aku sudah mengetahuinya.
Sayangnya, semuanya masih tergantung.
Semuanya masih diambang ketidakpastian.
Aku ingin terus menunggunya tapi aku takut merasa sakit yang lebih besar dari ini.
Aku akan terus mencintainya tapi aku masih belum mendapat kepastian darinya.
Apa yang harus kulakukan sekarang? Aku benar benar bingung.
Aku senang ketika ia mengirimku pesan terlebih dahulu karena itu menandakan bahwa ia memikirkanku tapi aku takut berharap lebih.
Apakah aku boleh berharap dengan ketidakpastian ini?
Apa aku harus mulai melupakannya?
Entahlah. Mungkin.

0 komentar:

Posting Komentar