Kamis, 19 Juni 2014

All the Moments

Kangen? So pasti. Belum ada lebih dari 3 bulan aku sudah merindukan semua teman-temanku. Sahabat-sahabatku.Ya, mereka semua. Aku merindukan semua kenangan kami. Semuanya.

Aku memang sudah mendapatkan teman teman baruku disini. Teman-teman yang bakal satu perjuangan denganku selama kuliah. Teman-teman baru yang berasal dari daerah yang berlainan. Teman-teman yang akan melalui hal-hal baru bersamaku nanti. Aku tahu kita semua pasti akan mengalami hal itu bukan? Tapi sungguh, walaupun begitu aku masih tetap merindukan masa-masa di SMA. Masa-masa yang telah mengajariku banyak hal. Persahabatan, kepedulian, kekompakan, kerja sama, cinta, dan tentunya masalah. Kita sudah melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, yah perguruan tinggi. Kita akan mengenakan almamater yang berlainan dan tentunya di depan gerbang yang berlainan pula.

Aku merindukan omelan-omelan mereka, merindukan alunan gitar mereka, merindukan teriakan mereka, merindukan kebiasaan-kebiasaan aneh mereka, merindukan cerita dari mereka, merindukan akting mereka, merindukan pertengkaran pertengkaran kecil yang terjadi, dan tentunya merindukan mereka semua.

Aku masih ingat betapa marahnya aku, ketika masuk di kelas itu dan berusaha untuk pindah kelas. Untunglah, aku tidak jadi melakukannya. Aku akan menyesal jika aku benar-benar melakukannya. Jika aku melakukan itu, tentu saja aku tidak akan mengalami semua yang sudah kujalani disini kan? Ya, aku tidak akan mengenal mereka semua, aku hanya akan mengenal beberapa orang diantara mereka. Mungkin hanya sekitar sepuluh orang? Dan tentu saja aku akan melewatkan waktu berharga bersama mereka. 

Walaupun terkadang, aku merasa terganggu dengan kekonyolan dan kebodohan mereka, tapi aku tahu bahwa itu adalah mereka yang apa adanya. Mereka yang sebenarnya dan mereka yang tidak dibuat-buat. Dua tahun aku berada di kelas itu, membuatku mengerti semuanya. Ya, mereka berbeda dengan teman kelasku saat kelas sepuluh dan sempat membuatku shok, tapi aku tahu, itulah mereka. 
Teman kelasku saat kelas sepuluh cenderung lebih tenang dan teratur. Mereka juga kompak dan memikirkan segala sesuatunya dengan matang. Tidak seperti kelasku yang satu itu, mereka malah terkesan kacau haha.

Aku juga menemukan sahabat saat kelas sepuluh. Sahabat yang selalu bersamaku, tapi sayangnya, kami tidak ada yang berada dalam satu kelas ketika kenaikan kelas. Kami bertiga masuk di tiga kelas yang berbeda. Yah, aku tahu, disekolahku memang terdapat tiga belas kelas, yang terdiri dari tujuh kelas ipa dan enam kelas ips, tapi aku tidak menyangka kami benar-benar masuk di kelas yang berbeda. Padahal kami semua mengambil jurusan IPA dan ternyata begitulah...

Setelah kenaikan kelas, yah seperti yang aku tulis di atas. Semuanya terjadi setelah kenaikan kelas. Kelas yang berbeda dari sebelumnya. Kelas yang kujalani selama dua tahun. Sahabat yang juga kutemukan di kelas itu dan juga cinta yang selalu berada satu kelas denganku selama tiga tahun. Kira-kira bagaimana perasaanmu jika orang yang kau sukai selalu berada satu kelas denganmu? Selalu ada di dekatmu? Dan sekarang satu universitas dan satu fakultas denganmu? Bisakah kau merasakan perasaanku sekarang? Yah, aku tahu jurusan yang kami ambil berbeda tapi yang terpenting adalah kami masih berada di fakultas yang sama..

Tentu saja sekarang kami akan menjalani kehidupan kuliah yang berbeda tapi semua yang terjadi di antara kami tidak akan pernah kulupakan. Aku tahu, suatu hari nanti, kita akan mulai melupakan satu persatu kebersamaan kita karena itu aku menulis ini semua. Jika suatu hari nanti, aku mulai melupakannya, aku akan membaca tulisan ini lagi dan mengembalikan kenangan tentang kita :')

Minggu, 15 Juni 2014

New

Benar sekali. New. Baru. Semuanya akan benar benar baru.

Sempat terpikir olehku. Apa benar ini yang akan menjadi pilihanku? Apa benar ini jalanku? Apa aku benar benar ingin menjalaninya? Apa aku tidak akan menyesal? Yah, berbagai pertanyaan itu muncul ketika aku sudah memantapkan pilihanku. Seketika aku merasa ragu, tapi kemudian aku kembali berpikir. Ya! Aku sudah memutuskan. Inilah jalanku!

Aku akan bertemu dengan teman teman baru, hari hari baru, lingkungan yang baru, dan suasana yang baru.
Memulai lagi dari awal semuanya. Kembali lagi beradaptasi dan mengenal sikap sikap baru teman temanku disana. Aku merasa takut, sedih tapi juga excited. Aku penasaran bagaimana kehidupan kuliah yang sudah menunggu.

Tidak ada satupun sahabatku yang masuk di fakultas yang sama denganku. Mereka memilih jalan mereka masing masing dan ternyata jalan kami berbeda dan memisahkan kami. Tidak apa-apa. Walaupun terpisah, kami tetap akan menjadi sahabat kan? Apapun pilihan mereka aku akan mendukung mereka. Aku akan mendoakan yang terbaik untuk mereka semua.

Bagaimana dengan orang yang aku suka? Orang yang aku sebutkan sebelumnya? Yah, kami sama fakultas tapi berbeda jurusan. Sampai sekarang, mungkin dia tidak tahu bagaimana perasaanku padanya. Meski kami selalu berada dalam kelas yang sama selama SMA, aku tidak yakin dia menyadarinya.
Apa aku ingin dia mengetahuinya? Hmm, tentu saja iya. Tapi aku yakin semua butuh waktu. Biarkan semuanya mengalir dan biarkan dia mengetahuinya sendiri pada waktunya.

Kembali lagi tentang kuliah. Jurusan yang aku pilih saat ini didominasi oleh laki-laki. Sebelumnya, aku tidak mempunyai banyak teman laki-laki tapi mungkin inilah cara Tuhan untuk membuatku lebih mudah bergaul dengan laki-laki. Aku sudah sempat bertemu dengan calon calon teman sekelasku nanti dan benar semuanya didominasi laki-laki. Tidak ada satupun orang yang kukenal kecuali teman dari sekolahku sendiri.
Yang perempuan? Ya, pasti ada, tapi tentu saja jumlahnya kalah banyak dan bisa dihitung. Tidak seperti yang laki-laki.

Selama ini pun, aku hanya mempunyai satu teman dekat (laki-laki) yang sudah aku anggap sebagai kakakku sendiri. Dia lebih tua dua tahun dariku dan aku mengenalnya saat kami duduk di bangku kelas satu. Entah kenapa dia bisa satu angkatan denganku, aku juga tidak tahu dan tidak pernah bertanya. Hanya dia laki-laki yang bisa membuatku merasa nyaman jika sedang bersama dengannya. Tunggu dulu, dia bukan orang yang kusuka. Bukan dia orang yang kumaksud, dia orang lain dia kakakku :)

Yap, aku tahu kalau kita semua harus beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Tentu saja agar bisa menyatu di dalamnya kan? Jadi aku akan menjalani semuanya dan insyallah tanpa mengeluh.

Sabtu, 14 Juni 2014

Perpisahan

Di setiap pertemuan pasti diiringi dengan perpisahan. Aku tahu itu. Jika kita sudah mengucapkan halo kepada seseorang, kita harus siap dan  menerima kenyataan bahwa suatu hari nanti kita akan mengucapkan selamat tinggal. Itu sudah merupakan hal yang mutlak dan akan terjadi.

Perpisahan dari sekolah dasar menuju ke sekolah menengah pertama dan dari sekolah menengah pertama menuju ke sekolah menengah atas. Perpisahan perpisahan itu sudah merupakan hal yang biasa terjadi, tapi perpisahan dari sekolah menengah atas menuju ke perguruan tinggi? Kau baru akan merasakan apa itu perpisahan yang sebenarnya. Kita akan benar-benar terpisah. Ada yang tetap di kota asalnya dan ada juga yang akan pindah ke kota lain. Kesempatan untuk bertemu semakin kecil. Memang, kita mempunyai jangka waktu yang cukup lama untuk menyiapkan diri untuk perguruan tinggi, tapi tentunya kita sudah akan sibuk masing-masing. Mungkin saja ada yang sudah diterima di perguruan tinggi dan masih ada juga yang harus berjuang di pilihannya masing-masing. Sekarangpun, teman-temanku sudah banyak yang berangkat untuk meraih masa depan mereka. Jadi, walaupun kita mempunyai banyak waktu kita tetap tidak bisa menggunakan waktu itu untuk menghabiskan waktu bersama. Aku? Yah, aku sekarang sedang tidak ada kerjaan dan menunggu teman-temanku menyelesaikan perjuangan mereka. Kau tidak akan bisa membayangkan betapa bosannya aku. Tidak ada orang yang bisa diajak bicara ataupun pergi bersama. Selain itu teman-temanku juga sudah banyak yang pergi ke kota lain dan aku baru merasakan apa itu perpisahan. Kami benar benar sudah terpisah.


Sampai sekarang, entah sudah berapa kali aku mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang yang kukenal. Menyedihkan memang, mengingat jika kita harus berpisah dengan orang orang yang sudah bersama kita sejak lama dan yang sudah kita sayangi. Sedih? Tentu saja ya. Aku akan merindukan mereka semua, tapi aku tahu kalau kita semua mempunyai jalan tersendiri. Kita harus melanjutkan kehidupan kita dan memulai kehidupan yang sebenarnya. Kehidupan dimana kita harus berjuang sendiri dan tidak lagi bergantung pada orang tua. Kehidupan yang membuat kita mandiri. Meskipun begitu, aku yakin kita akan bertemu lagi nanti. Suatu hari nanti. Di saat kita semua sudah dewasa dan mengerti arti dari kehidupan. Sampai bertemu teman.

Senior High School

Tiga tahun di SMA sudah berakhir. Tidak terasa waktu berlalu dengat cepat. Padahal aku masih merasa bahwa aku baru saja masuk dan duduk di bangku SMA. Aku masih merasa semuanya terjadi kemarin, aku pun masih mengingat dengan jelas saat aku pertama kali melihat dan mengenal wajah-wajah baru. Aku masih ingat ketika aku mencari cari teman sebanyak banyaknya dan akhirnya semua berakhir.
Yah, banyak orang yang bilang kalau SMA adalah masa yang paling indah. Awalnya, aku nggak percaya dengan hal itu. Aku hanya menganggap jika itu hanyalah sebuah kalimat belaka tapi aku juga sering bertanya-tanya. Apa kalimat itu memang benar? Kenapa orang-orang bisa mengatakan itu?

Haha akhirnya aku bisa membuktikan sendiri kalau kalimat itu memang benar. Entah kenapa, tapi aku merasa waktu waktu yang kujalani selama di SMA berjalan sangat singkat. Kebersamaan bersama mereka telah berakhir dan membuatku merindukan mereka semua. Kita semua tentunya mempunyai sayap yang berbeda dan akan memulai sesuatu yang baru di depan gerbang yang berbeda pula. Kita juga akan kembali mengucapkan kata halo dengan orang asing. Maka dari itu, kita harus yakin bahwa kita tetaplah satu. Walaupun kita di tempat yang berbeda kita tetap akan satu. Memang selalu ada konflik ataupun masalah yang terjadi selama kita bersama tapi bukankah itu akan menjadi sesuatu yang bakal kita kenang untuk bertahun tahun nanti?

Yah, di masa SMA inilah kita akan mengerti apa itu kepedulian, kebersamaan, dan kekompakan. Berbagai macam hal dan peristiwa akan terjadi disini. Seperti aku yang menemukan teman-teman yang tidak akan pernah terganti. Teman-teman yang selalu ada untukku. Teman yang selalu berbagi suka dan duka bersama. Mereka adalah orang-orang yang diberikan Tuhan untukku.

Tentu saja, aku menemukan seseorang yang aku suka. Bohong jika aku tidak pernah merasakan hal itu dan mengatakan tidak. Aku juga seorang anak remaja, aku pasti pernah merasakannya. Sayangnya, aku tidak pernah mempunyai keberanian untuk mengatakan pada siapapun termasuk sahabat sahabatku sendiri hingga pada akhirnya mereka tidak tahu apa pun mengenai perasaanku dan mulai menebak-nebak sendiri. Aku berbeda dengan mereka, mereka cukup terbuka untuk mengungkapkan perasaan mereka kepada yang lain tapi tidak denganku. Mungkin ini adalah salah satu hal yang membuat masa SMA semakin indah.


Sekarang, aku mengerti kata kata mereka. Masa SMA adalah masa yang paling indah. Berbagai peristiwa akan aku jadikan kenangan yang tidak akan pernah kulupakan. Masa depan kita memang masih tersamar tapi jika kita tetap mengulurkan tangan, semuanya akan baik-baik saja J