Sabtu, 08 November 2014

More...

Semakin hari aku semakin dekat dengan orang itu. Bukan. Bukan seseorang yang selama ini sering aku ceritakan tapi ia adalah seseorang yang baru saja aku sebutkan sebelumnya. Seseorang yang baru saja datang ke dunia ku. Seseorang yang baru saja terus berbagi cerita denganku. 

Ia seperti tidak pernah kehabisan kata-kata padaku. Percakapan kami pun tidak pernah terasa membosankan. 
Awalnya ia hanya berani untuk menghubungi ku lewat sosial media dan selalu menitipkan salam padaku lewat teman-temanku tanpa mau namanya disebutkan. Perlahan semuanya berubah, ia semakin sering menghubungi ku sampai mengajak ku bercanda bahkan ia selalu mendatangi ku jika kami bertemu langsung. Ia juga mengirimkan ku foto-foto yang aku suka untuk menyemangati ku. Tiba-tiba ia tahu apa saja favorit ku dan mengirimkan ku foto-foto itu. Ia pun rela tidak tidur untuk menemani ku mengerjakan tugas sampai malam. Ia juga selalu mengatakan mataku tetap berkilau walaupun aku tidak tidur seharian, katanya ia tidak peduli bahkan jika mataku terlihat hitam seperti mata panda. 

Aku semakin bingung dengan semua keadaan ini, aku masih menyukai orang lain tapi ia yang terus ada di samping ku. Orang-orang juga mengatakan, lebih baik kita bersama dengan orang yang mencintaimu daripada terus menunggu sesuatu yang tidak pasti, berpura-pura lah mencintai orang itu sampai kau lupa jika kau sedang berpura-pura.   
Apakah itu yang sedang terjadi padaku sekarang?

Ya, karena semakin hari aku semakin dekat dengannya dan merasa kehilangan jika dia tidak menghubungi ku. Bahkan aku terkadang lupa dengan "dia", orang yang selalu aku sebutkan selama ini, aku juga mencarinya jika tidak melihatnya. 

Tapi.. aku juga masih labil. Ketika aku melihat "dia", aku kembali teringat tentangnya. Tentang kami. Tentang masa lalu kami. Yah, aku terjebak nostalgia.  

Aku ingin maju dan melangkah ke tempat yang baru, aku sudah hampir berhasil melewati lorong hitam itu dan sudah mencoba membuka hatiku untuk orang lain tapi... ketika aku "melihatnya" aku merasa tangan ku ditahan olehnya dan tidak membiarkan ku pergi. Aku merasa "ia" meminta ku untuk tetap tinggal. 

Aku tidak mengatakan jika aku gagal melewati lorong itu, aku akan tetap melewatinya dengan perlahan karena aku sudah lelah menunggu. Yah, perlahan tapi pasti karena semua butuh waktu. Biarkan semuanya mengalir seperti air dan kita lihat bagaimana ujungnya :)

Jumat, 31 Oktober 2014

Did you know?

Ketika aku bertemu dengannya secara tidak sengaja di kampus, ada satu hal yang terus menganggu ku. Ketika aku melihatnya ternyata ia sudah melihatku terlebih dahulu. Aku melambaikan tanganku untuk menyapanya sekaligus ingin tahu apakah yang dilihatnya itu benar aku, dan ternyata ya. Dia langsung  tersenyum dan membalas lambaian ku dengan mengacungkan jempolnya sebagai cirinya.

Kenapa ia melihatku dengan diam? Kenapa ia tidak memanggilku? Apa itu sering terjadi? Bahkan tanpa aku sadari?

Waktu itu aku pernah melihatnya melewati program studiku, yah kami memang sama fakultas dan itu bukan sesuatu yang aneh jika dia melewatinya, tapi aku sempat melihatnya. Aku melihat ia menoleh ke program studiku dan seperti mencari seseorang tapi kurasa dia tidak menemukan orang itu, karenanya dia langsung membalikkan kepalanya lagi. Bolehkah aku berharap jika ia mencariku? Karena saat itu ia memang tidak melihatku tapi aku melihatnya. Wajar saja, saat itu sedang banyak orang yang berkumpul di depan program studiku. Aku tidak tahu siapa yang sebenarnya ia cari tapi firasatku mengatakan itu adalah aku.

Padahal perasaanku padanya sudah mulai tenang yah aku perlahan sudah bisa mengontrol perasaanku dan mungkin mencoba untuk membuka yang baru. Aku pun sudah dekat dengan orang lain, yah kata temanku, kakak tingkat ku menyukaiku. Kalau memang itu benar, aku akan mencoba untuk membuka hatiku untuknya tapi…. ketika aku melihat “dia”, seakan aku melupakan semuanya. Aku seperti melupakan semua niat awalku, aku melupakan “kakak itu” bahkan aku lupa jika aku mencoba untuk menghentikan semuanya.

Hanya karena melihatnya dan tersenyum padanya, aku merasa kembali terhipnotis. Jika dia memang tidak menyukaiku atau sudah melepaskanku, kenapa ia masih melakukan hal yang sama? Kenapa ia masih memandangku dari tempatnya tanpa berbicara? Ataukah ia adalah orang yang ingin merawat bunga tanpa memetiknya, karena ia tahu jika ia memetiknya maka bunga itu akan layu. Apakah dia tipe orang seperti itu? Tapi kenapa ia tidak pernah mengatakan perasaannya sejujurnya padaku? Kenapa ia hanya mengatakannya pada teman-temanku? Aku tahu jika ia selalu mengatakan “biarkan semuanya mengalir seperti air dan kita lihat bagaimana ujungnya”, tapi apakah dia tahu bahwa itu menyakitiku? Apakah dia tidak tahu bahwa aku terus menunggunya? Dan sekarang aku terdiam di tempatku, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, tetap disini atau pergi?

Jika aku disini, semuanya belum pasti. Ia tidak memberitahuku yang sebenarnya dan tidak ada kepastian yang jelas darinya. Pergi? Aku ragu akan hal itu tapi sampai kapan aku harus menunggu?

Aku masih mencintainya tapi aku mulai lelah dengan semua ini. Dia tidak kunjung mengatakan sesuatu yang aku tunggu darinya, sedangkan disini telah datang seseorang yang kata mereka sebentar lagi akan mengatakan sesuatu yang sebenarnya aku tunggu dari “dia”.

Apa yang harus aku lakukan?

Dia tidak memberikan kejelasan yang pasti sedangkan disini sudah ada orang lain yang terus mendekat dan memberi kode-kode padaku.

Apa kau tahu? Karena aku masih menyukaimu aku terus berpura-pura tidak tahu dan tidak peka terhadap kode yang dia berikan, tapi jika kau tetap diam, mungkin—mungkin aku akan merubah pikiranku perlahan dan mulai luluh padanya.

Kau tahu? Kau dan dia mengatakan hal yang sama padaku. Yah, memang dengan cara yang berbeda tapi kalian benar-benar mengatakan sesuatu yang sama. Ketika dia mengatakan itu padaku, tentu saja aku langsung teringat padamu tapi di sisi lain aku juga merasa senang mendengar ia mengatakannya.

Kau tahu? Aku takut dengan  apa yang akan terjadi besok. Bagaimana jika ia menyatakan perasaannya padaku? Apa yang harus kujawab? Aku tidak bisa langsung menyukai orang lain secepat itu tapi aku juga tidak mau mengecewakannya. Disisi ini aku masih menyukaimu tapi disisi lain aku juga menyayanginya. Ya, aku juga menyayanginya tapi hanya sebagai kakak ku, entahlah mungkin suatu saat perasaanku bisa berubah jika kau tak juga memberikan kepastian. Who knows?

Kau tahu?
Waktu itu kau bilang, kau suka mata dan senyumanku karena bisa membuatmu tenang. Dan sekarang dia mengatakan, dia suka dengan mataku karena terlihat menyilaukan baginya.

Aku tidak mengatakan kalau mataku seperti yang kalian sebutkan. Aku merasa mataku tidak se istimewa itu. Tapi ucapan kalian yang mirip selalu mengingatkanku padamu ketika aku mendengarnya dan ketika kalian mengatakannya.

Jujur aku takut dengan semua kenyataan yang menungguku di depan.

Jumat, 03 Oktober 2014

It's funny!

Lucu! Semuanya terlihat sangat lucu, ketika aku sangat merindukannya dan ingin menemuinya aku tidak bisa mengatakan apa pun tapi ketika aku bertemu dengannya aku tidak bisa melihatnya dan memalingkan wajahku. Aku tidak berani melihatnya. Aku hanya mencuri-curi pandang untuk melihatnya karena aku memang merindukannya. Aku tidak tahu apakah ia melihatku atau tidak tapi kalau aku tidak salah lihat sepertinya ia juga melihatku. Hanya saja kami sama-sama diam dan tidak saling menyapa. Aku tidak mengerti dengan semua keadaan ini. Kami saling menyukai tapi tidak ada satu pun dari kami yang mengatakannya. Ia tidak pernah mengatakan apa pun padaku tapi hanya memberitahu teman-teman dekatku, sedangkan aku, aku tidak pernah memberitahu siapa pun termasuk teman dekatku.

Padahal kami saling menyukai. Aku sangat menyukainya dan sangat menyukainya. Sayangnya, aku tidak mempunyai sedikitpun keberanian untuk mengatakan perasaanku kepada siapapun itu. Begitu pula dengannya,  dia selalu mengatakan "aku sedang menunggu" berkali-kali tapi aku sendiri pun tidak tahu apa yang ia tunggu.

Apakah dia tidak tahu jika aku sedang takut? Aku takut dengan semua orang yang sedang mendekat padaku, aku takut mereka mengatakan sesuatu yang kutunggu darinya, dan aku takut dia tidak menungguku lagi.
Berbagai macam ketakutan itu selalu terbesit di kepalaku. Aku takut.

Yah, aku sangat mengerti ketika dia mengatakan "semuanya akan baik-baik saja, jika aku dan dia akan bersama kami pasti akan bersama apa pun caranya dan apa pun yang terjadi".
Benar. Aku sangat mengerti dengan kata-katanya, tapi sekarang pikiranku benar-benar sedang bercabang. Aku juga takut jika suatu hari nanti aku melakukan sesuatu yang tidak kuinginkan tanpa sadar. Yah, move on. Aku takut jika nanti aku menyukai orang lain tanpa sadar. Aku takut itu terjadi. Dia tidak pernah memberi kepastian padaku sedangkan orang-orang yang datang mendekat selalu memberi perhatian yang lebih kepadaku. Aku takut aku melakukannya.
Jika dia memberi kepastian kepadaku, aku bersumpah aku tidak akan melihat orang lain selain dia karena aku tahu jika dia juga sedang menungguku. Sayangnya, keadaan ini tidak seperti itu. Aku ingin selalu menunggunya tapi aku takut semua tidak pasti, aku takut dia tidak menungguku.
Haha yah menunggu itu memang menyakitkan tapi akan lebih menyakitkan lagi jika kita saling menunggu tapi tidak saling tahu bukan?

Lucu.

Sabtu, 27 September 2014

What Should I Do?

Apa yang akan kalian lakukan jika seseorang yang kalian tunggu tidak kunjung memberikan kepastian, padahal kalian tahu jika orang itu juga mempunyai perasaan yang sama dengan kalian?
Sedangkan di sisi lain sudah ada dua orang lain yang datang mendekat, mereka sudah memberi kepastian dengan mengatakan jika mereka menyukai kalian tapi kalian tidak tahu harus menjawab dan melakukan apa pun karena kalian masih menunggu seseorang.
Haruskah kalian mencoba untuk menerima salah satu di antara kedua orang yang datang itu? Atau tetap menunggu seseorang yang tidak kunjung datang?

Yah, sekarang itulah yang terjadi padaku, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Jika aku menerima salah satu diantara kedua orang itu, mungkin aku akan membohongi perasaan ku sendiri dan membohongi dia yang kupilih. Atau mungkin aku akan mulai menyukainya? Akankah perasaan ku berubah?
Jika aku tetap memilih untuk menunggu orang itu, akankah dia juga masih menungguku? Akankah dia akan datang dan mengungkapkan perasaannya? Akankah aku sanggup untuk menunggunya dalam ketidakpastian? Tapi aku masih dan masih mencintainya.

Mungkin ini hanyalah coretan asal-asalan yang menurut kalian tidak penting tapi aku butuh sesuatu untuk melegakan pikiranku dengan menulis seperti ini misalnya. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Apakah aku harus mencoba membuka hatiku untuk orang lain? Atau menutupnya rapat-rapat? Aku butuh pendapat kalian karena aku memang sudah benar-benar bingung dengan semua keadaan ini.

Jumat, 12 September 2014

A Little Suprise

Aku sudah mulai untuk tidak terlalu memikirkan perasaanku dan fokus pada kuliah ku saat ini. Yah, itu sudah cukup berhasil karena aku memang sedang menyibukkan pikiranku dengan tugas-tugas ku sekarang. Aku berusaha agar aku tidak mempunyai waktu lagi untuk memikirkan perasaanku. Memang terdengar egois tapi aku pikir itu yang terbaik untukku sekarang. Aku ingin mengikuti kata-katanya yang mengatakan "biarlah semuanya mengalir seperti air dan kita lihat akhirnya". Sayangnya, aku menjadi sedikit goyah setelah mendapatkan pesan darinya yang mengucapkan selamat ulang tahun padaku. Aku tidak menyangka dia mengingat ulang tahunku bahkan sampai mengirim pesan kepadaku. Kami bahkan tidak pernah bertemu lagi setelah pertemuan kami yang terakhir. Hal itu membuatku merindukannya berkali lipat. Aku ingin bertemu dengannya dan mengucapkan terimakasih secara langsung padanya. 

Kejutan kecil darinya. Mungkin kalian pikir ini adalah hal yang biasa, tapi ini sangat berarti bagiku. Aku bahkan tidak tahu kalau ternyata dia mengingat ulang tahunku dan hapal nomor ponselku. Bolehkah aku merasa senang? Walaupun aku tahu ini hanyalah hal yang sangat kecil. Aku tahu kalau kami sama-sama belum mau menjalani hubungan yang lebih tapi aku hanya sekedar ingin tahu tentang perasaannya. Apa yang ia pikirkan tentangku? Aku ingin tahu. 
Banyak yang bilang jika kami memiliki perasaan yang sama tapi aku tidak begitu yakin jika tidak mendengar langsung darinya. 

Mungkin kejutan kecil ini bisa menjadi sedikit petunjuk :)

Jumat, 22 Agustus 2014

I can't

Aku sudah berkali-kali berpikir untuk menyerah pada perasaan ini, salah, ribuan kali maksudku. Aku bingung karena aku tidak mendapatkan kepastian apa pun. Aku ingin menyerah dan melupakan semua perasaanku padamu tapi sayangnya hanya kau yang terus aku pikirkan selama ini. Aku sudah mencoba untuk meninggalkan semua kenangan yang aku miliki tapi itu malah semakin tersimpan dalam benakku. Apa kau tahu? Aku benar-benar merindukanmu. Apa kau tahu? Perasaanku saat tidak sengaja bertemu denganmu dan berbicara denganmu beberapa hari yang lalu. Walaupun hanya beberapa detik tapi itu mampu menggoyahkan pendirianku. Aku tahu aku masih mencintaimu dan akan sangat berat bagiku jika aku benar-benar akan melupakanmu. 
Aku tidak bisa. Aku tidak bisa melupakan semua perasaanku padamu. Aku tidak bisa menghilangkan semuanya. Walaupun aku tahu bahwa aku digantung yah haha aku merasa diambang. Diambang ketidakpastian. Tidak ada yang pasti. Semuanya. Bahkan aku tidak bisa membedakan antara ya dan tidak ataupun antara pergi dan tinggal. Tapi aku masih ingin terus bertahan disini, dengan perasaanku. Bolehkah? Bolehkah aku berharap hanya bermodalkan dengan perasaanku? Bolehkah aku berharap bahkan jika ketidakpastian sudah berada di depanku? Bolehkah aku berharap sedangkan sudah banyak orang yang datang mendekat? Bolehkah aku terus berharap pada perasaanku ini? Dan terus percaya semuanya akan berakhir bahagia. 
Aku ingin tahu. Akankah kau datang padaku dan memberikanku semua penjelasan tentang ini semua? Karena, kau tahu, aku sudah mulai lelah menunggu. Aku sudah tidak bisa lagi menebak-nebak. Aku membutuhkan kepastian. Walaupun mungkin itu bisa menyakitiku. Aku baik-baik saja. Asalkan kau memberikanku jawaban dan kepastian.
Bisakah kau mengerti aku? Walaupun aku terus menunggu dan mencintaimu dalam ketidakpastian aku tetap akan mencintaimu, tapi, aku juga perempuan yang membutuhkan kepastian. Yang kubutuhkan sekarang hanyalah sebuah kepastian darimu. Jika kau sudah memberikannya, aku baru bisa menentukan apakah aku harus pergi atau tetap tinggal. Aku harap kau membaca tulisan ini dan mengerti semua perasaanku.

Jumat, 15 Agustus 2014

Will I?

Tolong jangan salahkan aku bila aku tak bisa lagi menunggumu. Walaupun aku tahu aku mencintaimu tapi jika kau tetap membiarkanku menunggumu tanpa ada kepastian yang jelas -- aku tidak yakin berapa lama lagi aku bisa menunggumu. Aku tahu perasaanmu. Perasaanmu sama dengan milikku. Tak bisakah kau memberikan kepastian? Atau memberitahuku seberapa lama lagi aku harus menunggumu? Hingga aku bisa lebih tenang dan menunggu dengan sabar. 

Apa kau tahu? Sudah banyak yang datang mendekat tapi aku tidak membuka hati sama sekali kepada mereka karena aku mencintaimu dan masih menunggumu. Aku masih berharap kau akan memberikan penjelasan kepadaku. Apakah aku harus menunggu atau pergi. Berikan aku kepastian hingga aku tahu harus berbuat apa, karena hanya berdiam diri saja sama sekali bukan merupakan solusi. 

Apa kau tahu? Betapa bingungnya aku ketika menjawab mereka yang mendekat. Apa aku harus berkata ya atau tidak. Apa aku harus menganggap mereka lebih atau hanya sekedar teman. Dan apa yang harus kulakukan jika mereka mengatakan sesuatu yang tidak pernah kau ucapkan. Sesuatu yang kutunggu darimu.
Aku takut. Apa kau tahu itu?

Terkadang aku berpikir untuk mundur dan menyerah daripada berharap pada ketidakpastian ini. Sayangnya,  hatiku berkata lain. Ia tidak mau pindah ke lain hati. Ia selalu memikirkanmu bahkan tanpa aku minta.
Hanya saja sekarang aku tidak yakin berapa lama lagi aku sanggup menunggumu tanpa sebuah kepastian. Jika kau memberikan penjelasan padaku, aku tahu dan aku yakin aku pasti bisa menunggumu sampai kapan pun. Bisakah kau mengerti aku?

New World!

Yah, aku benar-benar sudah memasuki dunia yang baru, dunia yang berbeda dari sebelumnya. Teman-teman yang berasal dari sekolah dan daerah yang berbeda. Aku senang berkenalan dengan kalian. Walaupun yang kita tahu saat ini hanya sebatas nama dan mungkin asal sekolah tapi aku benar-benar senang bertemu dengan kalian. Aku harap kita bisa berteman baik.

Aku tahu yang berasal sekolah yang sama denganku hanya beberapa orang di jurusan yang kita pilih ini tapi mulai sekarang kita semua sama sama orang asing yang akan menjadi keluarga baru dan akan menjalani kehidupan kuliah bersama. Perempuan maupun laki-laki aku tidak peduli karena kita berada dalam satu tempat mulai sekarang. Mulai mengerti dan mulai belajar untuk memahami satu sama lain dari awal lagi.

Duniaku saat ini sudah berbeda, tidak ada lagi yang namanya teman-teman satu kelasku di saat SMA, semuanya berubah, semuanya tidak ada yang sama. Kalau dulu semuanya terkesan lebih santai dan kita semua terlihat kacau dan aneh tapi sekarang kehidupan kuliah telah dimulai. Tidak ada lagi yang namanya bersantai-santai ataupun saling bergantungan lagi karena kita sudah harus lebih serius sekarang teman. Kita telah memasuki dunia yang baru dan berbeda yang akan membuat kita untuk menjadi lebih dewasa dan juga untuk lebih mengenal dunia serta arti dari kehidupan yang sebenarnya.
Kita sudah sama-sama memasuki dunia baru yang lebih luas kawan tapi aku yakin kita semua tidak akan melupakan kebersamaan yang telah kita lalui.

Untuk teman-teman sekelasku yang baru salam kenal untuk kalian semua :) Kita semua sama-sama memulai semuanya dari awal tapi aku tahu kita bisa menghadapinya karena kita telah disatukan di pilihan kita ini. Pilihan yang telah mempertemukan kita semua. Kita semua yang berasal dari daerah yang berlainan. Semoga kita bisa memulai persahabatan indah dari tempat ini.

Senin, 28 Juli 2014

Ever?

Apakah kau pernah merasa dicintai?
Atau mungkin mencintai seseorang?
Pernahkah kau berpikir bahwa itu adalah hal yang sangat luar biasa dan istimewa
Mencintai seseorang dengan tulus dan sepenuh hatimu
Memberikan seluruh hatimu untuknya
Pernahkah kau merasakan itu?
Perasaan saat kau menatapnya dalam diam
Berusaha mencuri pandang untuk melihatnya
Walaupun kau tahu ia tidak menyadarinya
Pernahkah kau merasakannya?
Perasaan gugup saat dia berada di dekatmu
Dan membuat wajahmu menjadi merah muda
Kau seakan merasa semuanya terasa panas dan mulai mencari sesuatu atau mengayunkan tanganmu untuk membuat dirimu menjadi lebih baik
Walaupun kau tahu yang kau lakukan itu sia-sia
Pernahkah kau mengalaminya?
Perasaan senang ketika dia berbicara denganmu
Atau ketika dia menyanyikan sebuah lagu untukmu
Kau merasa...
Seakan dunia menjadi milikmu seorang
Pernahkah kau mengalami itu?
Perasaan saat kau tidak bisa mengalihkan pandanganmu darinya
Selalu ingin melihatnya dan tidak ingin kehilangannya
Kau merasa...
Seakan dia adalah milikmu yang paling berharga dan akan kau simpan dengan sepenuh hatimu
Pernahkah kau tersenyum sendiri?
Ketika mengingat hal-hal tentangnya
Berusaha mengingat setiap hal kecil tentangnya
Dan menyimpan semua kata-katanya di dalam memorimu
Walaupun kau tahu itu adalah hal yang sangat kecil
Pernahkah kau berpikir?
Betapa beruntungnya dirimu telah mengenalnya
Memiliki perasaan yang begitu istimewa
Dan membiarkanmu merasakan ini semua
Perasaan manis yang tidak akan kau rasakan jika tidak mengenalnya
Pernahkah kau menyadari itu?
Perasaan saat kau benar-benar menyukai senyumannya
Senyumnya yang sangat tulus dan membuatmu tenang
Menganggap senyumannya ditujukan padamu
Dan menganggap dia adalah milikmu bukan orang lain
Aku rasa bukan aku satu-satunya yang merasakan itu bukan?
Aku yakin semua orang merasakan itu
Perasaan gugup dan membuat dada berdebar
Jari-jari terasa ngilu dan dada terasa sesak
Setiap kali kita mendengar namanya disebut
Atau ketika ia berada di dekat kita
Perasaan yang sangat luar biasa dan menakjubkan
Bukankah ia yang selalu muncul di sebelum tidurmu ataupun di dalam mimpimu?
Bukankah ia yang pertama kali kau ingat ketika kau bangun?
Bukankah ia yang menjadi alasan utamamu untuk tersenyum?
Bukankah ia yang membuatmu berpikir bahwa kau adalah orang yang paling beruntung?
Bukankah ia yang membuatmu memiliki perasaan ini?
Yah, karena dia spesial dan tak terganti
Karena dia satu-satunya...
Mungkin kau berharap jika suatu hari nanti dia akan menyadarinya
Menyadari semua perasaan yang telah kau berikan padanya
Kau hanya ingin dia tahu tanpa berpikir apakah dia juga memiliki perasaan yang sama denganmu
Karena kau tidak egois, kau akan tetap menyukainya
Walaupun kau tahu jika dia menyukai orang lain
Kau hanya ingin dia tahu dengan perasaanmu yang tulus
Hanya berharap bahwa ia juga akan menyukaimu
Walaupun kau takut menarik kesimpulan tentang itu
Yang ingin kau katakan padanya hanyalah
Terimakasih
Terimakasih telah membuatmu menyukainya
Dan membiarkanmu merasakan ini semua
Terimakasih telah mengajari dirimu
Apa itu cinta
Dan mengerti bagaimana itu rasanya mencintai
Walaupun mungkin  kau tidak merasa dicintai olehnya
Tapi,
Setidaknya kau tahu betapa berartinya cinta
Di dalam kehidupan

Minggu, 27 Juli 2014

Big Thanks

Tidak ada kalimat yang cukup untuk mengatakan bahwa aku benar-benar berterimakasih kepada mereka semua. Kepada teman-temanku. Kepada semua sahabatku dan kepada semua orang yang aku kenal. 
Terimakasih telah mengajariku banyak hal yang sangat berarti dalam hidupku.
Terimakasih telah memberikanku kenangan-kenangan terindah bersama kalian.
Terimakasih telah mempertemukan ku dengan berbagai macam masalah.
Terimakasih telah bersamaku sampai akhir.

Sekarang, kita tahu bahwa kita semua telah berpisah. Yah, tidak lelah-lelahnya aku mengatakan hal ini. Aku juga sedih setiap kali mengingat kebersamaan kita telah berakhir. Aku ingin semuanya tetap seperti semula. Aku ingin kita tetap seperti ini. Sayangnya, itu tidak mungkin bukan?

Aku masih ingat saat-saat dimana terjadi pertengkaran di antara kita. Marah? Kecewa?
Tentunya aku pernah merasakan itu pada kalian. Tapi aku tahu itulah yang membuatku semakin menyayangi kalian. Kau tahu, kebersamaan itu selalu diawali dengan perbedaan kan?

Sayang? Kepedulian? Kekompakkan? Cinta?
Aku yakin bukan aku satu-satunya yang mengetahui hal ini. Kalian semua pasti tahu itu. Diantara perbedaan kita, aku tahu itu selalu berakhir dengan kekompakkan, kepedulian antara kita, dan tentu saja rasa sayang yang semakin besar. Cinta? Lagi-lagi, bukan hanya aku yang merasakan cinta diantara kita kan? Aku tahu banyak dari kita yang saling mencintai. Hanya saja kita yang saling tidak mau jujur kepada diri sendiri.

Ada saatnya aku ingin berkumpul bersama kalian semua lagi, tapi aku tahu itu sulit untuk diwujudkan. Kita semua sekarang sudah di tempat yang berbeda-beda. Yah, mungkin aku baru benar-benar merasakan betapa aku menyayangi dan merindukan kalian. 
Memang benar kalimat yang mengatakan "kau tidak akan menyadari ketika kau memiliki sesuatu sampai kau kehilangannya" atau mungkin maknanya "kau sadar kau memiliki semua itu tapi kau tidak pernah berpikir akan kehilangannya"
Sekarang itu terjadi padaku.

Aku tahu aku akan bertemu dengan orang-orang baru yang akan bersamaku nanti tapi sungguh kalian tidak akan terganti. Berpisah dengan kalian merupakan hal terberat yang harus kulakukan. Apalagi berpisah dengan semua sahabatku. Kita semua berada di tempat yang berbeda. Tidak ada yang sama. Aku akan merindukan kalian. Aku akan merindukan saat kita bercerita bersama, bercanda bersama, bernyanyi bersama, melakukan hal konyol bersama, sampai dimarahi bersama. Aku akan merindukan semua itu.
Oh ya, tentu juga kepada seseorang yang aku suka selama ini. Aku benar-benar akan merindukan kalimat-kalimat yang ia ucapkan dengan jujur, alunan gitarnya, senyumnya, dan juga tatapannya dalam diam. Aku akan merindukannya dan akan tetap mencintainya.
Dan tentu saja kepada semua teman sekelasku dan semua orang yang aku kenal selama ini. Tidak ada kata yang cukup untuk mengungkapkannya. Hanya saja terimakasih. Terimakasih untuk semuanya.

Aku yakin bertahun-tahun nanti, kita pasti akan bertemu lagi. Aku tidak ingin memutuskan kontak dengan kalian semua. Kita semua harus saling mengabari yah setidaknya memberitahu kabar kalian teman. Aku ingin mendengar kabar baik dari kita semua setelah bertahun-tahun nanti. Saat kita semua telah lebih dewasa. Saat kita bertemu lagi.

Aku tahu semua itu akan terjadi. Aku tahu.
Terimakasih :)

Please...

Aku ingin bertanya kepada kalian semua. Kepada semua orang yang membaca tulisanku ini.
Bagiamana rasanya jatuh cinta?
Apa kau pernah merasakannya?
Yah, kalian boleh menganggapku bodoh karena menanyakan pertanyaan semacam ini.
Hanya saja aku ingin tahu jawaban dari orang lain.
Apakah jawaban kalian sama denganku?

Dan juga..
Bagaimana perasaanmu ketika seseorang mengatakan sesuatu yang-- sesuatu yang tidak pernah kalian pikirkan sebelumnya.
"Kalian tidak perlu merubah diri kalian karena jika kalian melakukannya kalian tidak akan menjadi diri kalian lagi dan kehilangan ciri kalian"
"Kita tidak perlu terus mengomentari orang lain dan mencari kesalahan atau menyuruhnya berubah. Yah, begitulah dia, kalau kita memang temannya kita pasti bisa menerimanya apa adanya kan?"
"Biarkan saja semuanya mengalir seperti air dan kita lihat bagaimana akhirnya"

Terkadang juga dia mengatakan sesuatu yang dianggapnya biasa saja tapi bermakna lain bagi orang yang mendengarnya.
"Kau memang cantik"
"Kenapa tidak ikut latihan hari ini? Apa kau sakit?"

Apakah kau merasakan sesuatu ketika membaca ini?
Bagaimana jika kalimat-kalimat itu ditujukan kepada kalian?
Bagaimana aku tidak jatuh cinta padanya?
Sudah pasti aku akan mencintainya bukan?

Anggaplah dia adalah orang yang pertama.
Ada seorang lagi yang memiliki sifat yang sangat berbeda dengannya. Sangat bertolak belakang.
Tapi dari ucapan-ucapan keduanya, kau akan melihat bahwa mereka berdua sangat peduli.

Orang yang kedua ini mengatakan sesuatu dengan lebih terang-terangan.
"Apa kau ikut pergi? Bagaimana kau pulang?"
"Bagaimana ini? Aku tidak bisa ikut pergi, baiklah aku akan meminta temanku untuk mengantarmu"
"Tidak usah ikut latihan lagi nanti kau jadi tambah hitam"

Lihat?
Mereka adalah dua orang yang sangat berbeda.
Apa yang akan kalian lakukan jika kalian menjadi aku?
Kira-kira siapa orang yang akan kalian suka?

Aku?
Tentu saja aku menyayangi mereka berdua.
Mereka sudah seperti keluarga sendiri bagiku.
Mungkin, ada sedikit perbedaan tentang rasa sayangku kepada mereka.
Mungkin aku mencintai orang yang pertama dan mungkin aku menganggap orang yang kedua ini sebagai kakak kandungku sendiri.
Aku merasa orang pertama selalu bisa membuatku kagum dan berdebar ketika mendengar ucapannya yang ditujukan padaku, sedangkan orang yang kedua, aku merasa ia akan selalu melindungiku apa pun yang terjadi sebagai layaknya seorang kakak.
Bagaimana dengan kalian?
Aku ingin mendengar pendapat kalian..

Sabtu, 26 Juli 2014

Future

Masa depan yang tersamar
Kita kan menujunya seiring waktu
Walaupun kita sudah berpisah
Tapi mari kita ulurkan tangan
Dan bersama merasakan indahnya dunia

Masa depan yang tertutup
Kita kan selalu bergandengan tangan
Walaupun kita yang berjauhan
Tapi mari kita menutup mata
Dan bersama merasakan indahnya dunia

Ayo! Berlari!
Cinta sudah menunggu di depan mata
Gapai dan genggam dengan erat
Semua pintu masa depan akan terbuka
Ayo! Berlari!
Semua harapan sudah menunggu kita
Kejar biarkan itu terjadi
Tak usah takut kita akan menghadapinya

Jangan lupakan masa lalumu
Simpan dan jadikanlah kenangan berharga
Karena aku kau dan mereka
Telah menjalaninya bersama-sama
Jangan tinggalkan masa lalumu
Simpan dalam tempat yang terbaik untuknya
Karena kita semua menjadi satu
Berkat kebersamaan kita selama ini

Masa depan yang tersamar
Kita kan menujunya seiring waktu
Walaupun kita sudah berpisah
Tapi mari kita ulurkan tangan
Dan bersama merasakan indahnya dunia

Masa depan yang tertutup
Kita kan selalu bergandengan tangan
Walaupun kita yang berjauhan
Tapi mari kita menutup mata
Dan bersama merasakan indahnya dunia

Ayo! Berlari!
Cinta sudah menunggu di depan mata
Gapai dan genggam dengan erat
Semua pintu masa depan akan terbuka
Ayo! Berlari!
Semua harapan sudah menunggu kita
Kejar biarkan itu terjadi
Tak usah takut kita akan menghadapinya







A Simple Words

Terkadang aku merasa sendirian di dunia yang luas ini
Apakah kau pernah merasakannya?
Perasaan yang membuatmu merasa sangat kecil

Jangan dengarkan kata mereka
Ikutilah hatimu dan biarkan ia menuntunmu
Dalam kehangatan cinta

Kau tidak perlu merasakan perasaan ini
Lupakanlah kesendirian dan kesedihan
Kita akan bersama-sama hingga akhir

Kita semua memang kecil tapi kita akan terus
Bersama dan kita bisa menjadi salah satu yang terbesar
Menciptakan tangisan dengan kebahagiaan
Kita akan menerangi dunia dengan cara kita

Buang jauh-jauh pengalaman pahit
Menggali jauh ke dalam hatimu
Dan kau akan menemukan
Ribuan cinta untukmu

Kau hanya perlu terbangun dan membuka matamu
Lihat melalui hatimu bahwa aku selalu denganmu

Terkadang aku merasa sangat sedih di tengah orang yang bahagia
Apakah kau pernah merasakannya?
Perasaan yang membuatmu merasa sendirian

Jangan pedulikan kata-kata mereka
Tutuplah matamu dan biarkan ia menjagamu
Dalam kegelapan hari

Kau tidak perlu merasakan perasaan ini
Lupakanlah kesendirian dan kesedihan
Kita akan bersama-sama hingga akhir

Kita semua memang kecil tapi kita akan terus
Bersama dan kita bisa menjadi salah satu yang terbesar
Menciptakan tangisan dengan kebahagiaan
Kita akan menerangi dunia dengan cara kita

Kau tidak perlu merasakan perasaan ini
Lupakanlah kesendirian dan kesedihan
Kita akan bersama-sama hingga akhir


Jumat, 25 Juli 2014

Congratulations!

Selamat! Selamat kepada semua teman-temanku yang sudah diterima di universitas yang mereka inginkan. Jurusan yang mereka pilih.
Begitu juga dengan semua orang yang sudah diterima di perguruan tinggi!

Sekarang kehidupan kuliah sudah menunggu kita semua teman. Aku senang karena kalian juga diterima di perguruan tinggi yang kalian pilih. Terutama untuk semua sahabatku. Aku ikut senang mendengar berita gembira dari kalian :) Fakultas kita memang berbeda tapi kita tetap berada di sama universitas. Itulah yang terpenting.
Hanya saja, aku ikut sedih ketika mengetahui kabar dari salah satu sahabatku. Tenang saja, masih banyak jalan menuju Roma. Yah, bukan berarti ini adalah akhir dari segalanya. Masih banyak tempat yang bisa dituju. Harus tetap semangat, oke?

Tentu saja kita semua berharap dan ingin masuk di universitas yang kita dambakan tapi menurutku semua tempat itu sama saja. Tergantung kita yang menjalaninya. Jadi, jangan pernah merasa kecil hati ya! :)

Sekali lagi, aku mengucapkan selamat kepada semua orang. Bukan hanya kepada semua yang lulus tapi semuanya. Berikanlah selamat kepada setiap orang karena telah melakukan kerja keras dan karena hasil perjuangan kita semua selama ini.

Maybe

Mungkin sudah saatnya aku belajar untuk menerima semuanya, yah perasaan yang tak kunjung pergi ini selalu menjadi pikiran tersendiri bagiku.
Ia memiliki tempat tersendiri dan selalu setia menunggu disana tapi apakah ini sudah saatnya bagiku untuk mulai melupakan satu persatu semua itu dengan perlahan.
Aku sadar cinta ini tak kan berbalas.
Apakah aku akan terus menunggunya? Sampai kapan?
Aku sama sekali tidak mendapatkan kepastian darinya tapi di sisi lain aku juga tidak mau melepaskannya, aku mencintainya yah aku masih mencintainya dan akan terus mencintainya.
Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus aku lakukan, terkadang aku merasa bahwa ia juga memiliki perasaan yang sama denganku tapi terkadang aku juga menjadi ragu dengan semua itu.
Aku terus berharap agar dia mengetahui perasaanku tapi aku tidak tahu bagaimana cara memberitahunya, bagaimana cara agar dia mengetahuinya. Aku tidak tahu itu. Yah, aku memang bodoh dalam hal percintaan tapi aku juga seorang remaja yang bisa jatuh cinta. Mungkin kalian pikir, ini adalah hal yang sepele dan sering dialami oleh setiap orang tapi sungguh perasaan ini terasa sangat menyedihkan.
Entah aku yang terkadang terlalu yakin dengan perasaanku atau terlalu percaya bahwa dia juga memiliki perasaan yang sama denganku. Aku tidak tahu, mungkin keduanya.
Dia memang bukan cinta pertamaku tapi aku tahu perasaanku padanya lebih besar daripada yang kupikirkan
Tentu saja aku juga tahu, semakin aku berharap maka aku akan merasa semakin sakit jika semuanya tak berbalas. Aku hanya ingin tahu perasaannya. Apa yang ia pikirkan tentangku? Teman?
Aku mungkin akan merasa lebih lega jika mengetahui perasaannya walaupun mungkin tidak seperti yang aku harapkan setidaknya aku sudah mengetahuinya.
Sayangnya, semuanya masih tergantung.
Semuanya masih diambang ketidakpastian.
Aku ingin terus menunggunya tapi aku takut merasa sakit yang lebih besar dari ini.
Aku akan terus mencintainya tapi aku masih belum mendapat kepastian darinya.
Apa yang harus kulakukan sekarang? Aku benar benar bingung.
Aku senang ketika ia mengirimku pesan terlebih dahulu karena itu menandakan bahwa ia memikirkanku tapi aku takut berharap lebih.
Apakah aku boleh berharap dengan ketidakpastian ini?
Apa aku harus mulai melupakannya?
Entahlah. Mungkin.

Rabu, 09 Juli 2014

Just a little message for them

Aku duduk dengan menopang dagu. Melihat seisi kelas dengan tersenyum. 
Mencoba untuk selalu menyimpan. Kenangan-kenangan saat di kelas
Semua tersenyum semua tertawa. Senyuman tulus mereka sangat berharga. 
Tidak ada yang perlu diragukan. Kita semua tetap akan satu

Lonceng berbunyi. Tanda kelulusan kita semua
Aku tersenyum bahagia dan diiringi air mata
Kita akan memulai yang baru. Di depan gerbang yang berbeda
Lonceng berbunyi. Tanda perpisahan kita semua
Aku menangis bahagia dan juga tertawa bersama
Kita punya sayap yang berbeda. Menuju ke langit tersendiri

Pergi ke taman sekolah sendiri. Saat angin kecil menerbangkan rambutku
Ku melihat teman-teman berkumpul. Bercerita dan bernyanyi bersama
Aku mengintip dari celah pintu. Seorang gadis berlari dan menabrakku
Menoleh mengucapkan kata maaf. Dan terus berlari terburu-buru

Lonceng berbunyi. Air mata merupakan pertanda
Hari yang merupakan hari kita masih bisa bersama
Dan mengenakan seragam kita. Untuk yang terakhir kalinya
Lonceng berbunyi. Masa depan merupakan pertanda
Kita akan berpisah dan mengucapkan lagi kata halo
Dengan orang yang baru dikenal. Untuk yang kesekian kalinya

Hari esok sudah menanti kita
Menunggu dan mengucapkan selamat datang
Tutup mata dan tarik napas panjang
Kita pasti akan bertemu lagi

Aku berjanji

Is this my fault?

Mungkin aku yang terlalu berlebihan. Menginginkan sesuatu yang lebih dari ini.
Mungkin memang salahku. Menganggap semuanya akan berubah.
Mungkin aku yang terlalu berharap. Membuat perasaan ini menjadi semakin besar.
Tapi, apakah semua yang aku lakukan hanya akan menjadi omong kosong? Apakah perasaanku akan menjadi sia-sia? Salahkah aku mencintaimu? Salahkah aku memiliki perasaan ini? Apakah kesalahanku sudah dimulai ketika aku mulai mencintaimu?
Aku terkadang berpikir tentang perasaan ini. Aku tidak mempunyai alasan untuk mencintaimu tapi aku melakukannya. Apa aku bodoh?

Terkadang aku berpikir bagaimana jika aku tidak pernah bertemu denganmu, tidak pernah memiliki perasaan ini dan tidak pernah mengenalmu dalam kehidupanku. Apa yang akan aku lakukan sekarang? Apa aku akan merasa tersiksa seperti ini? Ataukah aku akan bersenang-senang dan mungkin menyukai orang lain?
Tapi aku tidak mau. Kau adalah seseorang yang sangat berharga bagiku. Seseorang yang selalu kuinginkan untuk berada disisiku.

Aku seringkali menutup mata dan menarik napas panjang bahkan ingin sekali aku menangis karena dirimu. Berulang kalipun aku meyakinkan diriku bahwa aku tidak akan menyerah pada perasaan ini.
Walaupun aku sama sekali tidak bisa membaca pikiranmu aku ingin kau mengetahui perasaanku ini. Aku ingin kau mengetahuinya. Mungkin kau sudah mengetahuinya tapi kau berpura-pura tidak mendengar apa pun.

Bisakah kau memberiku kepastian? Apa maksud tatapanmu yang dalam diam itu? Apa maksud perkataan-perkataan yang kau ucapkan padaku? Apa maksud mereka yang mengatakan bahwa kau menungguku? Apa yang kau tunggu?
Aku mencintaimu. Hanya itu. Kau tidak perlu menunggu seperti yang kau katakan. Kau dan aku. Bisakah?

Kamis, 19 Juni 2014

All the Moments

Kangen? So pasti. Belum ada lebih dari 3 bulan aku sudah merindukan semua teman-temanku. Sahabat-sahabatku.Ya, mereka semua. Aku merindukan semua kenangan kami. Semuanya.

Aku memang sudah mendapatkan teman teman baruku disini. Teman-teman yang bakal satu perjuangan denganku selama kuliah. Teman-teman baru yang berasal dari daerah yang berlainan. Teman-teman yang akan melalui hal-hal baru bersamaku nanti. Aku tahu kita semua pasti akan mengalami hal itu bukan? Tapi sungguh, walaupun begitu aku masih tetap merindukan masa-masa di SMA. Masa-masa yang telah mengajariku banyak hal. Persahabatan, kepedulian, kekompakan, kerja sama, cinta, dan tentunya masalah. Kita sudah melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, yah perguruan tinggi. Kita akan mengenakan almamater yang berlainan dan tentunya di depan gerbang yang berlainan pula.

Aku merindukan omelan-omelan mereka, merindukan alunan gitar mereka, merindukan teriakan mereka, merindukan kebiasaan-kebiasaan aneh mereka, merindukan cerita dari mereka, merindukan akting mereka, merindukan pertengkaran pertengkaran kecil yang terjadi, dan tentunya merindukan mereka semua.

Aku masih ingat betapa marahnya aku, ketika masuk di kelas itu dan berusaha untuk pindah kelas. Untunglah, aku tidak jadi melakukannya. Aku akan menyesal jika aku benar-benar melakukannya. Jika aku melakukan itu, tentu saja aku tidak akan mengalami semua yang sudah kujalani disini kan? Ya, aku tidak akan mengenal mereka semua, aku hanya akan mengenal beberapa orang diantara mereka. Mungkin hanya sekitar sepuluh orang? Dan tentu saja aku akan melewatkan waktu berharga bersama mereka. 

Walaupun terkadang, aku merasa terganggu dengan kekonyolan dan kebodohan mereka, tapi aku tahu bahwa itu adalah mereka yang apa adanya. Mereka yang sebenarnya dan mereka yang tidak dibuat-buat. Dua tahun aku berada di kelas itu, membuatku mengerti semuanya. Ya, mereka berbeda dengan teman kelasku saat kelas sepuluh dan sempat membuatku shok, tapi aku tahu, itulah mereka. 
Teman kelasku saat kelas sepuluh cenderung lebih tenang dan teratur. Mereka juga kompak dan memikirkan segala sesuatunya dengan matang. Tidak seperti kelasku yang satu itu, mereka malah terkesan kacau haha.

Aku juga menemukan sahabat saat kelas sepuluh. Sahabat yang selalu bersamaku, tapi sayangnya, kami tidak ada yang berada dalam satu kelas ketika kenaikan kelas. Kami bertiga masuk di tiga kelas yang berbeda. Yah, aku tahu, disekolahku memang terdapat tiga belas kelas, yang terdiri dari tujuh kelas ipa dan enam kelas ips, tapi aku tidak menyangka kami benar-benar masuk di kelas yang berbeda. Padahal kami semua mengambil jurusan IPA dan ternyata begitulah...

Setelah kenaikan kelas, yah seperti yang aku tulis di atas. Semuanya terjadi setelah kenaikan kelas. Kelas yang berbeda dari sebelumnya. Kelas yang kujalani selama dua tahun. Sahabat yang juga kutemukan di kelas itu dan juga cinta yang selalu berada satu kelas denganku selama tiga tahun. Kira-kira bagaimana perasaanmu jika orang yang kau sukai selalu berada satu kelas denganmu? Selalu ada di dekatmu? Dan sekarang satu universitas dan satu fakultas denganmu? Bisakah kau merasakan perasaanku sekarang? Yah, aku tahu jurusan yang kami ambil berbeda tapi yang terpenting adalah kami masih berada di fakultas yang sama..

Tentu saja sekarang kami akan menjalani kehidupan kuliah yang berbeda tapi semua yang terjadi di antara kami tidak akan pernah kulupakan. Aku tahu, suatu hari nanti, kita akan mulai melupakan satu persatu kebersamaan kita karena itu aku menulis ini semua. Jika suatu hari nanti, aku mulai melupakannya, aku akan membaca tulisan ini lagi dan mengembalikan kenangan tentang kita :')

Minggu, 15 Juni 2014

New

Benar sekali. New. Baru. Semuanya akan benar benar baru.

Sempat terpikir olehku. Apa benar ini yang akan menjadi pilihanku? Apa benar ini jalanku? Apa aku benar benar ingin menjalaninya? Apa aku tidak akan menyesal? Yah, berbagai pertanyaan itu muncul ketika aku sudah memantapkan pilihanku. Seketika aku merasa ragu, tapi kemudian aku kembali berpikir. Ya! Aku sudah memutuskan. Inilah jalanku!

Aku akan bertemu dengan teman teman baru, hari hari baru, lingkungan yang baru, dan suasana yang baru.
Memulai lagi dari awal semuanya. Kembali lagi beradaptasi dan mengenal sikap sikap baru teman temanku disana. Aku merasa takut, sedih tapi juga excited. Aku penasaran bagaimana kehidupan kuliah yang sudah menunggu.

Tidak ada satupun sahabatku yang masuk di fakultas yang sama denganku. Mereka memilih jalan mereka masing masing dan ternyata jalan kami berbeda dan memisahkan kami. Tidak apa-apa. Walaupun terpisah, kami tetap akan menjadi sahabat kan? Apapun pilihan mereka aku akan mendukung mereka. Aku akan mendoakan yang terbaik untuk mereka semua.

Bagaimana dengan orang yang aku suka? Orang yang aku sebutkan sebelumnya? Yah, kami sama fakultas tapi berbeda jurusan. Sampai sekarang, mungkin dia tidak tahu bagaimana perasaanku padanya. Meski kami selalu berada dalam kelas yang sama selama SMA, aku tidak yakin dia menyadarinya.
Apa aku ingin dia mengetahuinya? Hmm, tentu saja iya. Tapi aku yakin semua butuh waktu. Biarkan semuanya mengalir dan biarkan dia mengetahuinya sendiri pada waktunya.

Kembali lagi tentang kuliah. Jurusan yang aku pilih saat ini didominasi oleh laki-laki. Sebelumnya, aku tidak mempunyai banyak teman laki-laki tapi mungkin inilah cara Tuhan untuk membuatku lebih mudah bergaul dengan laki-laki. Aku sudah sempat bertemu dengan calon calon teman sekelasku nanti dan benar semuanya didominasi laki-laki. Tidak ada satupun orang yang kukenal kecuali teman dari sekolahku sendiri.
Yang perempuan? Ya, pasti ada, tapi tentu saja jumlahnya kalah banyak dan bisa dihitung. Tidak seperti yang laki-laki.

Selama ini pun, aku hanya mempunyai satu teman dekat (laki-laki) yang sudah aku anggap sebagai kakakku sendiri. Dia lebih tua dua tahun dariku dan aku mengenalnya saat kami duduk di bangku kelas satu. Entah kenapa dia bisa satu angkatan denganku, aku juga tidak tahu dan tidak pernah bertanya. Hanya dia laki-laki yang bisa membuatku merasa nyaman jika sedang bersama dengannya. Tunggu dulu, dia bukan orang yang kusuka. Bukan dia orang yang kumaksud, dia orang lain dia kakakku :)

Yap, aku tahu kalau kita semua harus beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Tentu saja agar bisa menyatu di dalamnya kan? Jadi aku akan menjalani semuanya dan insyallah tanpa mengeluh.

Sabtu, 14 Juni 2014

Perpisahan

Di setiap pertemuan pasti diiringi dengan perpisahan. Aku tahu itu. Jika kita sudah mengucapkan halo kepada seseorang, kita harus siap dan  menerima kenyataan bahwa suatu hari nanti kita akan mengucapkan selamat tinggal. Itu sudah merupakan hal yang mutlak dan akan terjadi.

Perpisahan dari sekolah dasar menuju ke sekolah menengah pertama dan dari sekolah menengah pertama menuju ke sekolah menengah atas. Perpisahan perpisahan itu sudah merupakan hal yang biasa terjadi, tapi perpisahan dari sekolah menengah atas menuju ke perguruan tinggi? Kau baru akan merasakan apa itu perpisahan yang sebenarnya. Kita akan benar-benar terpisah. Ada yang tetap di kota asalnya dan ada juga yang akan pindah ke kota lain. Kesempatan untuk bertemu semakin kecil. Memang, kita mempunyai jangka waktu yang cukup lama untuk menyiapkan diri untuk perguruan tinggi, tapi tentunya kita sudah akan sibuk masing-masing. Mungkin saja ada yang sudah diterima di perguruan tinggi dan masih ada juga yang harus berjuang di pilihannya masing-masing. Sekarangpun, teman-temanku sudah banyak yang berangkat untuk meraih masa depan mereka. Jadi, walaupun kita mempunyai banyak waktu kita tetap tidak bisa menggunakan waktu itu untuk menghabiskan waktu bersama. Aku? Yah, aku sekarang sedang tidak ada kerjaan dan menunggu teman-temanku menyelesaikan perjuangan mereka. Kau tidak akan bisa membayangkan betapa bosannya aku. Tidak ada orang yang bisa diajak bicara ataupun pergi bersama. Selain itu teman-temanku juga sudah banyak yang pergi ke kota lain dan aku baru merasakan apa itu perpisahan. Kami benar benar sudah terpisah.


Sampai sekarang, entah sudah berapa kali aku mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang yang kukenal. Menyedihkan memang, mengingat jika kita harus berpisah dengan orang orang yang sudah bersama kita sejak lama dan yang sudah kita sayangi. Sedih? Tentu saja ya. Aku akan merindukan mereka semua, tapi aku tahu kalau kita semua mempunyai jalan tersendiri. Kita harus melanjutkan kehidupan kita dan memulai kehidupan yang sebenarnya. Kehidupan dimana kita harus berjuang sendiri dan tidak lagi bergantung pada orang tua. Kehidupan yang membuat kita mandiri. Meskipun begitu, aku yakin kita akan bertemu lagi nanti. Suatu hari nanti. Di saat kita semua sudah dewasa dan mengerti arti dari kehidupan. Sampai bertemu teman.

Senior High School

Tiga tahun di SMA sudah berakhir. Tidak terasa waktu berlalu dengat cepat. Padahal aku masih merasa bahwa aku baru saja masuk dan duduk di bangku SMA. Aku masih merasa semuanya terjadi kemarin, aku pun masih mengingat dengan jelas saat aku pertama kali melihat dan mengenal wajah-wajah baru. Aku masih ingat ketika aku mencari cari teman sebanyak banyaknya dan akhirnya semua berakhir.
Yah, banyak orang yang bilang kalau SMA adalah masa yang paling indah. Awalnya, aku nggak percaya dengan hal itu. Aku hanya menganggap jika itu hanyalah sebuah kalimat belaka tapi aku juga sering bertanya-tanya. Apa kalimat itu memang benar? Kenapa orang-orang bisa mengatakan itu?

Haha akhirnya aku bisa membuktikan sendiri kalau kalimat itu memang benar. Entah kenapa, tapi aku merasa waktu waktu yang kujalani selama di SMA berjalan sangat singkat. Kebersamaan bersama mereka telah berakhir dan membuatku merindukan mereka semua. Kita semua tentunya mempunyai sayap yang berbeda dan akan memulai sesuatu yang baru di depan gerbang yang berbeda pula. Kita juga akan kembali mengucapkan kata halo dengan orang asing. Maka dari itu, kita harus yakin bahwa kita tetaplah satu. Walaupun kita di tempat yang berbeda kita tetap akan satu. Memang selalu ada konflik ataupun masalah yang terjadi selama kita bersama tapi bukankah itu akan menjadi sesuatu yang bakal kita kenang untuk bertahun tahun nanti?

Yah, di masa SMA inilah kita akan mengerti apa itu kepedulian, kebersamaan, dan kekompakan. Berbagai macam hal dan peristiwa akan terjadi disini. Seperti aku yang menemukan teman-teman yang tidak akan pernah terganti. Teman-teman yang selalu ada untukku. Teman yang selalu berbagi suka dan duka bersama. Mereka adalah orang-orang yang diberikan Tuhan untukku.

Tentu saja, aku menemukan seseorang yang aku suka. Bohong jika aku tidak pernah merasakan hal itu dan mengatakan tidak. Aku juga seorang anak remaja, aku pasti pernah merasakannya. Sayangnya, aku tidak pernah mempunyai keberanian untuk mengatakan pada siapapun termasuk sahabat sahabatku sendiri hingga pada akhirnya mereka tidak tahu apa pun mengenai perasaanku dan mulai menebak-nebak sendiri. Aku berbeda dengan mereka, mereka cukup terbuka untuk mengungkapkan perasaan mereka kepada yang lain tapi tidak denganku. Mungkin ini adalah salah satu hal yang membuat masa SMA semakin indah.


Sekarang, aku mengerti kata kata mereka. Masa SMA adalah masa yang paling indah. Berbagai peristiwa akan aku jadikan kenangan yang tidak akan pernah kulupakan. Masa depan kita memang masih tersamar tapi jika kita tetap mengulurkan tangan, semuanya akan baik-baik saja J